Rabu, 06 Februari 2013

"Air yang Baik" Adalah Air dengan Kualitas Deoksidasi Tinggi

Saat mengatakan "air yang baik", saya tidak yakin ada yang berpendapat air keran/air ledeng masuk ke dalam defenisi ini. Selain mengandung klorin yang digunakan sebagai disinfektan, air ledeng juga mengandung dioksin dan karsinogen, seperti trikloroetilena dan trifenilmetana. Air ledeng memenuhi tingkat keamanan tertentu akan zat-zat tersebut, tetapi masih tetap mengandung rancun.

Air ledeng disterilissi dengan menggunakan klorin yang dapat membunuh bakteri dalam air. namun, saat klorin ditambahkan ke dalam air, radikal bebas dalam jumlah besar juga dihasilkan. Mikroorganisme memang mati akibat radikal bebas tersebut dan oleh karenanya orang-orang menganggap bahwa air yang telah disterilisasi menjadi "bersih'. Walaupun mikroorganisme mati saat sterilisasi jenis ini digunakan, air ledeng yang disterilisasi menjadi teroksidasi.

Tingkat oksidasi dalam air dapat diukur dengan "potensi listrik oksidasi-reduksi". Oksidasi yang buruk bagi air adalah suatu proses saat elektron melepaskan diri atau diambil dari molekul. Reduksi, yang baik bagi air adalah kebalikannya, yakni elektron yang diterima oleh molekul. Berdasarkan pengukuran elektron-elektron yang tidak stabil ini, dapat ditentukan apakah air yang didapat akan mengoksidasi atau mereduksi zat-zat lain. Oleh karena itu, semakin rendah potensi listriknya, semakin besar kekuatan reduksi (yaitu kekuatan untuk mereduksi zat-zat lain) air tersebut; sementara air dengan potensi listrik yang lebih tinggi lebih cenderung mengoksidasi zat-zat lain. Lalu, bagaimanakah seseorang menemukan air 'baik" dengan kekuatan reduksi yang tinggi?

Anda dapat menggunakan metode listrik untuk menciptakan air dengan kemampuan reduksi yang kuat ("Kangen Water"). Ada peralatan penjernih yang mengionisasi dan menciptakan air jenis ini melalui proses elektrolisis.

Penjernih ion basa dab penjernih ion negatif juga menggunakan mekanisme yang sama untuk menghasilkan air dengan kakuatan reduksi, tetapi saat elektrolisis terjadi dalam alat-alat ini, mineral-mineral seperti kalsium dan magnesium dari dalam air menempel pada katoda. Oleh karena itu, air yang telah diolah secara listrik dapat mengumpulkan lebih banyak mineral. Terlebih lagi, saat elektrolisis terjadi, hidrogen aktif juga terbentuk, yang berguna untuk menyingkirkan radikal bebas yang berlebih dalam tubuh. Saat air mengalir melalui alat-alat penjernih ini, klorin dan zat-zat kimia yang terdapat dalam air ledeng pun hilang. Hasilnya adalah yang saya sebut "air yang baik", yaitu air yang jernih, bersih, bersifat basa, dan dengan banyak mineral.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar